Menampilkan seluruh endpoint webhook yang terdaftar untuk pemilik API key. Field consecutive_failures menghitung kegagalan beruntun sejak pengiriman sukses terakhir; endpoint dinonaktifkan otomatis setelah 20 kegagalan beruntun dan disabled_at akan terisi. Secret tidak pernah ikut di daftar ini — ambil lewat endpoint detail bila memang dibutuhkan. Field created_by menunjukkan asal pendaftaran: dashboard, api, atau n8n untuk endpoint yang didaftarkan otomatis oleh node trigger.
#Endpoint
GET https://se-hari.com/api/v1/webhooksButuh scope webhooks:read. Scope ditetapkan saat key dibuat dan tidak bisa ditambahkan belakangan — kalau key Anda kurang izin, buat key baru lalu cabut yang lama. Kekakuan ini disengaja: scope yang bisa dinaikkan diam-diam berarti key yang bocor hari ini bisa menjadi lebih berbahaya besok. Beri setiap integrasi key sendiri dengan scope sesempit mungkin, supaya mencabut satu integrasi tidak pernah berarti mematikan yang lain.
Daftar ini memakai paginasi cursor, bukan offset. Ambil next_cursor dari respons lalu kirim kembali sebagai starting_after untuk halaman berikutnya, dan berhenti saat has_more bernilai false. Cursor dipilih karena offset melewatkan baris begitu ada data baru masuk di tengah penelusuran — pada daftar yang bertambah setiap hari itu bukan kasus langka melainkan kejadian harian, dan gejalanya adalah baris yang hilang tanpa satu pun error.
#Parameter query
| Parameter | Tipe | Wajib | Keterangan |
|---|---|---|---|
limit | integer | ya | Jumlah baris per halaman (1-100). min 1, maks 100 |
starting_after | string | tidak | — |
#Contoh
curl -X GET "https://se-hari.com/api/v1/webhooks?limit=10&starting_after=nilai" \
-H "Authorization: Bearer $SEHARI_API_KEY"const res = await fetch('https://se-hari.com/api/v1/webhooks', {
method: 'GET',
headers: {
'Authorization': `Bearer ${process.env.SEHARI_API_KEY}`,
}
});
if (!res.ok) {
const { error } = await res.json();
// error.code stabil dan bisa dicabang; error.message untuk manusia.
throw new Error(`${error.code}: ${error.message}`);
}
const data = await res.json();import os, requests
res = requests.get(
"https://se-hari.com/api/v1/webhooks",
headers={"Authorization": f"Bearer {os.environ['SEHARI_API_KEY']}"},
timeout=30,
)
if not res.ok:
err = res.json()["error"]
raise RuntimeError(f"{err['code']}: {err['message']}")
data = res.json()#Field tiap item di `data`
| Field | Tipe | Keterangan |
|---|---|---|
id | string | — |
url | string | — |
description | string | null | — |
event_types | array<string> | — |
is_active | boolean | — |
consecutive_failures | integer | — |
disabled_at | string | null | — |
created_by | string | — |
created_at | string | — |
#Menelusuri semua halaman
Satu request hanya mengembalikan maksimum 100 baris. Untuk mengambil semuanya, ikuti next_cursor sampai has_more bernilai false — jangan menghitung sendiri posisinya.
async function ambilSemua() {
const semua = [];
let cursor = null;
do {
const qs = new URLSearchParams({ limit: "100" });
if (cursor) qs.set("starting_after", cursor);
const res = await fetch(`https://se-hari.com/api/v1/webhooks?${qs}`, {
headers: { Authorization: `Bearer ${process.env.SEHARI_API_KEY}` }
});
const page = await res.json();
semua.push(...page.data);
cursor = page.has_more ? page.next_cursor : null;
} while (cursor);
return semua;
}#Kalau gagal
Setiap kegagalan memakai amplop yang sama, dan code di dalamnya stabil — cabangkan logika Anda ke sana, jangan ke message yang teksnya bisa diperbaiki sewaktu-waktu.
{
"error": {
"code": "invalid_parameter",
"message": "Penjelasan untuk manusia.",
"docs_url": "https://se-hari.com/docs/error/invalid-parameter",
"request_id": "req_a1b2c3d4e5f6",
"details": {}
}
}| Status | Kode | Artinya di endpoint ini |
|---|---|---|
| 400 | invalid_parameter | Ada parameter query yang salah bentuk atau di luar rentang. |
| 401 | invalid_api_key | Key salah, sudah dicabut, atau kedaluwarsa. |
| 403 | insufficient_scope | Key valid, tapi tidak punya scope yang dibutuhkan endpoint ini. |
| 429 | rate_limited | Terlalu banyak request. Hormati header Retry-After. |
| 500 | internal_error | Kesalahan di sisi kami. Sertakan request_id saat melapor. |
Simpan request_id dari setiap respons gagal. Itu satu-satunya cara kami menemukan kembali request Anda di log ketika Anda melapor, dan ia juga ada di header X-Request-Id pada respons yang berhasil. |
#Alur khas
Webhook membalik arah komunikasi: alih-alih Anda menanyakan status berulang kali, Se-Hari yang memanggil endpoint Anda begitu ada kabar. Ini satu-satunya cara yang masuk akal untuk mengetahui notulen selesai, karena pemrosesannya bisa memakan beberapa menit.
POST /webhooksdengan URL https publik Anda dan daftar event — simpansecretdari respons- Verifikasi header
X-Sehari-Signaturedi setiap kiriman yang masuk - Jawab 2xx secepatnya; kerjakan proses beratnya setelah membalas
GET /webhooks/{id}/deliverieskalau ada yang tampak tidak sampai
secret hanya ditampilkan sekali, saat endpoint dibuat. Kalau hilang, pakai POST /webhooks/{id}/rotate-secret untuk mendapatkan yang baru — dan ingat bahwa kiriman yang sedang dalam antrean retry akan ditandatangani dengan secret baru itu.
#Yang sering keliru
- Key disalin sebagian. API key Se-Hari panjangnya tetap:
sh_live_diikuti 43 karakter. Kalau panjangnya berbeda, yang salah adalah proses penyalinannya, bukan key-nya — dan pesan 401 tidak akan mengatakan itu. - Scope kurang, bukan key salah. 403 di sini berarti key-nya dikenali. Periksa scope-nya lewat
GET /me, lalu buat key baru kalau memang kurang; scope tidak bisa ditambahkan ke key yang sudah jadi. - Hormati
Retry-After. Mencoba lagi lebih cepat dari yang disebutkan hanya memperpanjang masa tunggu. Kalau Anda sering menyentuhnya, kemungkinan besar Anda sedang polling sesuatu yang seharusnya ditangani webhook.
#Selanjutnya
- Autentikasi dan API key — cara membuat key dan memilih scope
- Kode error — arti setiap kode dan cara memperbaikinya
- Idempotency — kenapa retry aman kalau dilakukan dengan benar
- Spesifikasi OpenAPI — kontrak mesin, cocok untuk men-generate klien