---
title: GET /notes/{id}
source: https://se-hari.com/docs/api/api-notes-get
updated: 2026-08-15T18:52:40.47461+00:00
---

> Ambil satu notulen. GET /notes/{id} — butuh scope notulen:read.

Mengambil satu notulen lengkap dengan ringkasan, topik, keputusan, tindak lanjut, analisis pembicara, dan daftar action item. Transkrip mentah hanya disertakan kalau parameter `include=transcript` diberikan, karena transkrip rapat tiga jam bisa ratusan kilobyte dan hampir tidak pernah dibutuhkan bersamaan dengan ringkasannya. Field `status` mencerminkan posisi pekerjaan di antrean. Kalau `status` bernilai `failed`, baca `failure_code` untuk tahu apakah masalahnya bisa diperbaiki dengan mencoba ulang. Notulen milik user lain menjawab 404, bukan 403 — API ini tidak mengonfirmasi keberadaan ID yang bukan milik pemanggil.
## Endpoint
```bash
GET https://se-hari.com/api/v1/notes/{id}
```
Butuh scope `notulen:read`. Scope ditetapkan saat key dibuat dan **tidak bisa ditambahkan belakangan** — kalau key Anda kurang izin, buat key baru lalu cabut yang lama. Kekakuan ini disengaja: scope yang bisa dinaikkan diam-diam berarti key yang bocor hari ini bisa menjadi lebih berbahaya besok. Beri setiap integrasi key sendiri dengan scope sesempit mungkin, supaya mencabut satu integrasi tidak pernah berarti mematikan yang lain.
## Parameter path

| Parameter | Tipe | Wajib | Keterangan |
|---|---|---|---|
| `id` | `string` | ya | min 1 karakter |

## Parameter query

| Parameter | Tipe | Wajib | Keterangan |
|---|---|---|---|
| `include` | `string` | tidak | Daftar dipisah koma; satu-satunya nilai yang didukung: transcript |

## Contoh
```bash
curl -X GET "https://se-hari.com/api/v1/notes/c0ffee00-1111-2222-3333-444455556666?include=nilai" \
  -H "Authorization: Bearer $SEHARI_API_KEY"
```
```javascript
const res = await fetch('https://se-hari.com/api/v1/notes/c0ffee00-1111-2222-3333-444455556666', {
	method: 'GET',
	headers: {
			'Authorization': `Bearer ${process.env.SEHARI_API_KEY}`,
		}
});

if (!res.ok) {
	const { error } = await res.json();
	// error.code stabil dan bisa dicabang; error.message untuk manusia.
	throw new Error(`${error.code}: ${error.message}`);
}

const data = await res.json();
```
```python
import os, requests

res = requests.get(
    "https://se-hari.com/api/v1/notes/c0ffee00-1111-2222-3333-444455556666",
    headers={"Authorization": f"Bearer {os.environ['SEHARI_API_KEY']}"},
    timeout=30,
)

if not res.ok:
    err = res.json()["error"]
    raise RuntimeError(f"{err['code']}: {err['message']}")

data = res.json()
```
## Field respons

| Field | Tipe | Keterangan |
|---|---|---|
| `id` | `string` | — |
| `title` | `string` | — |
| `status` | `string` | — |
| `source_type` | `string` | — |
| `job_source` | `string` \| `null` | — |
| `recording_id` | `string` \| `null` | — |
| `meeting_id` | `string` \| `null` | — |
| `meeting_date` | `string` | — |
| `duration_minutes` | `number` \| `null` | — |
| `speaker_count` | `number` \| `null` | — |
| `word_count` | `number` \| `null` | — |
| `language` | `string` \| `null` | — |
| `transcript_source` | `string` \| `null` | — |
| `processing_stage` | `string` \| `null` | — |
| `attempts` | `integer` | — |
| `credits_deducted` | `number` \| `null` | — |
| `failure_code` | `string` \| `null` | — |
| `error_message` | `string` \| `null` | — |
| `created_at` | `string` | — |
| `updated_at` | `string` | — |
| `summary` | `string` \| `null` | — |
| `topics` | `object` \| `null` | — |
| `key_decisions` | `object` \| `null` | — |
| `follow_up_items` | `object` \| `null` | — |
| `speakers` | `object` \| `null` | — |
| `action_items` | `array<object>` | — |
| `share` | `object` | — |
| `transcript` | `array<object>` | — |

## Kalau gagal
Setiap kegagalan memakai amplop yang sama, dan `code` di dalamnya stabil — cabangkan logika Anda ke sana, jangan ke `message` yang teksnya bisa diperbaiki sewaktu-waktu.
```json
{
  "error": {
    "code": "invalid_api_key",
    "message": "Penjelasan untuk manusia.",
    "docs_url": "https://se-hari.com/docs/error/invalid-api-key",
    "request_id": "req_a1b2c3d4e5f6",
    "details": {}
  }
}
```
| Status | Kode | Artinya di endpoint ini |
|---|---|---|
| 401 | [`invalid_api_key`](/docs/error/invalid-api-key) | Key salah, sudah dicabut, atau kedaluwarsa. |
| 403 | [`insufficient_scope`](/docs/error/insufficient-scope) | Key valid, tapi tidak punya scope yang dibutuhkan endpoint ini. |
| 404 | [`not_found`](/docs/error/not-found) | Data tidak ada, atau ada tapi milik akun lain — keduanya dijawab sama. |
| 429 | [`rate_limited`](/docs/error/rate-limited) | Terlalu banyak request. Hormati header `Retry-After`. |
| 500 | [`internal_error`](/docs/error/internal-error) | Kesalahan di sisi kami. Sertakan `request_id` saat melapor. |
Simpan `request_id` dari setiap respons gagal. Itu satu-satunya cara kami menemukan kembali request Anda di log ketika Anda melapor, dan ia juga ada di header `X-Request-Id` pada respons yang berhasil.
## Jangan dipanggil dalam perulangan

Endpoint ini yang paling sering dipanggil berulang-ulang, karena pemrosesan notulen berjalan asinkron dan orang ingin tahu kapan selesai. Rekaman satu jam butuh beberapa menit; menanyakan statusnya setiap detik menghasilkan ratusan request yang semuanya menjawab hal yang sama, lalu berakhir di `429`.

Cara yang benar adalah mendaftarkan webhook `note.completed` sekali, lalu berhenti bertanya — satu request menggantikan ratusan. Kalau Anda memang harus polling (misalnya sedang mencoba-coba di terminal), jeda 30 detik sudah lebih dari cukup, dan `X-RateLimit-Remaining` pada setiap respons memberi tahu kapan harus melambat.

## Alur khas

Notulen selalu berawal dari sebuah rekaman. Rekaman itu bisa datang sendiri (meeting Zoom yang direkam diarsipkan otomatis) atau Anda unggah sendiri. Setelah rekaman ada, pembuatan notulen berjalan asinkron: endpoint mengantre pekerjaan lalu langsung menjawab, dan hasilnya menyusul beberapa menit kemudian.

1. `GET /recordings?has_note=false` — cari rekaman yang belum pernah diproses
2. `POST /notes` dengan `recording_id` dari langkah 1 — antrekan pekerjaannya
3. Tunggu webhook `note.completed`, atau polling `GET /notes/{id}` sampai `status` menjadi `completed`
4. `GET /notes/{id}?include=summary,action_items` — ambil hasilnya

Polling bukan pilihan pertama. Rekaman satu jam butuh beberapa menit untuk diproses, dan menanyakan statusnya setiap detik hanya menghabiskan kuota rate limit Anda. Daftarkan webhook `note.completed` sekali, lalu biarkan Se-Hari yang memberi tahu.

## Yang sering keliru

- **Key disalin sebagian.** API key Se-Hari panjangnya tetap: `sh_live_` diikuti 43 karakter. Kalau panjangnya berbeda, yang salah adalah proses penyalinannya, bukan key-nya — dan pesan 401 tidak akan mengatakan itu.
- **Scope kurang, bukan key salah.** 403 di sini berarti key-nya dikenali. Periksa scope-nya lewat `GET /me`, lalu buat key baru kalau memang kurang; scope tidak bisa ditambahkan ke key yang sudah jadi.
- **404 tidak selalu berarti data tidak ada.** Data milik akun lain juga dijawab 404, bukan 403 — kami tidak mengonfirmasi keberadaan id milik orang lain. Kalau Anda yakin id-nya benar, periksa apakah key yang dipakai milik akun yang sama.
- **Hormati `Retry-After`.** Mencoba lagi lebih cepat dari yang disebutkan hanya memperpanjang masa tunggu. Kalau Anda sering menyentuhnya, kemungkinan besar Anda sedang polling sesuatu yang seharusnya ditangani webhook.

## Selanjutnya
- [Autentikasi dan API key](/docs/autentikasi) — cara membuat key dan memilih scope
- [Kode error](/docs/error) — arti setiap kode dan cara memperbaikinya
- [Idempotency](/docs/idempotency) — kenapa retry aman kalau dilakukan dengan benar
- [Spesifikasi OpenAPI](https://se-hari.com/api/v1/openapi.json) — kontrak mesin, cocok untuk men-generate klien