se-hari.com se-hari.com
← Kembali ke Blog
Umum 24 Agustus 2026 · 8 min read

Kenapa Kami Membuang Notulen Berbasis Bot: 51 dari 252

Oleh Tim Se-Hari

Implementasi pertama Notulen AI Se-Hari memakai layanan pihak ketiga yang mengirim peserta otomatis ke dalam rapat untuk merekam dan mencatat. Dari 252 percobaan, hanya 51 yang menghasilkan catatan, sekitar 20 persen. Tiga puluh lima catatan tersangkut selamanya padahal kredit penggunanya sudah terpotong. Pada 15 Agustus 2026 arsitektur itu kami buang.

Tulisan ini bukan pengumuman fitur. Ini catatan tentang keputusan teknis yang salah, angkanya apa adanya, dan apa yang kami ubah supaya tidak terulang.

Apa yang kami bangun, dan kenapa waktu itu terdengar masuk akal

Idenya sederhana dan banyak dipakai produk sejenis. Saat rapat berlangsung, sebuah peserta otomatis masuk ke ruang, merekam jalannya rapat, lalu menyerahkan hasilnya untuk ditranskrip dan diringkas. Dari sisi pengguna tidak ada yang perlu dilakukan. Rapat selesai, catatan muncul.

Yang membuat pendekatan itu menarik adalah cakupannya. Ia bekerja di platform mana pun tanpa kami perlu terhubung ke masing-masing. Yang tidak kami hitung cukup serius adalah berapa banyak hal yang harus berjalan benar, tepat waktu, dalam satu kesempatan yang tidak bisa diulang.

Angka yang membuat kami berhenti

Kami menghitung ulang seluruh percobaan sejak fitur itu hidup sampai hari ia dimatikan. Ini hasilnya, tanpa penyaringan:

UkuranJumlahPorsi
Percobaan notulen berbasis bot252100 persen
Menghasilkan catatan yang benar-benar jadi51sekitar 20 persen
Gagal201sekitar 80 persen
Tersangkut permanen di status sedang diproses35sekitar 14 persen
Kredit sudah terpotong untuk catatan yang tersangkutya, seluruhnya-
Tanggal arsitektur dihentikan15 Agustus 2026-

Angka 20 persen itu bukan berarti fitur ini kadang gagal. Artinya empat dari lima orang yang mencoba mendapat pengalaman buruk. Dan karena bentuk kegagalannya berbeda-beda, kadang peserta otomatis tidak masuk, kadang masuk tapi tidak merekam, kadang merekam tapi prosesnya berhenti di tengah, dari dalam ia terasa seperti rentetan gangguan kecil yang tidak berhubungan. Itu jebakannya. Kegagalan yang seragam ketahuan dalam sehari. Kegagalan yang beragam menyamar jadi pekerjaan pemeliharaan biasa selama berbulan-bulan.

Yang paling tidak bisa kami maafkan bukan angka 20 persen, melainkan angka 35. Tiga puluh lima catatan berhenti di status sedang diproses dan tidak pernah keluar dari sana, sementara kreditnya sudah dipotong di awal. Pengguna membayar untuk sesuatu yang tidak pernah ada, dan layar di depannya tidak pernah mengaku gagal. Itu bukan kegagalan teknis. Itu janji yang tidak ditepati dan tidak diakui.

Kenapa arsitekturnya rapuh

Kegagalannya terjadi di satu-satunya menit yang tidak bisa diulang

Peserta otomatis harus masuk saat rapat sedang berlangsung. Kalau ruangnya terkunci, kalau host memasang ruang tunggu dan tidak menyadari ada yang menunggu, kalau tautannya diganti di menit terakhir, kalau layanan perantaranya sedang antre, maka kesempatannya lewat. Rapat tidak bisa diulang demi kepentingan sistem pencatat.

Kegagalannya tidak meninggalkan apa pun

Kalau perekaman gagal, tidak ada berkas yang tertinggal. Tidak ada yang bisa dicoba ulang, tidak ada yang bisa diperbaiki manual, tidak ada yang bisa diselamatkan besok pagi. Satu-satunya jalan keluar adalah meminta pengguna mengulang rapatnya, dan itu jelas bukan permintaan yang wajar.

Kami baru tahu setelah pengguna bertanya

Pemantauan kami saat itu mengukur apakah permintaan ke layanan perantara berhasil dikirim, bukan apakah pengguna akhirnya memegang catatan rapat. Dua hal itu terlihat mirip di grafik dan sangat berbeda di kehidupan nyata. Selama pertanyaannya adalah kirim permintaan berhasil atau tidak, jawabannya hampir selalu berhasil.

Apa yang menggantikannya sejak 15 Agustus 2026

Notulen sekarang dibuat dari artefak yang memang sudah kami pegang, yaitu rekaman. Ada dua jalur, dan keduanya tidak melibatkan siapa pun masuk ke rapat Anda.

  1. Rekaman cloud dari rapat Zoom yang disewa lewat Se-Hari masuk ke penyimpanan kami secara otomatis setelah rapat selesai, lalu diproses tanpa Anda perlu meminta. Kalau Anda belum yakin di mana rekaman Zoom sebenarnya disimpan, penjelasan lokasi berkas rekaman Zoom membantu memisahkan rekaman lokal dan rekaman cloud.
  2. Berkas rekaman yang sudah Anda miliki diunggah sendiri. Termasuk rekaman rapat bulan lalu, rekaman dari platform lain, atau berkas audio biasa.

Keluarannya sama seperti yang dijanjikan sejak awal: transkrip bertanda waktu, ringkasan, daftar keputusan, dan action item per penanggung jawab, dalam Bahasa Indonesia, termasuk untuk rapat yang bercampur istilah Inggris. Batasnya jelas dan kami tulis di depan: maksimum 6 jam per rekaman.

Kenapa memproses rekaman lebih dapat diandalkan

  • Tidak ada tenggat masuk. Tidak ada pihak yang harus hadir di menit tertentu. Kalau pemrosesan gagal, berkasnya masih ada dan pekerjaannya dijadwalkan ulang, bukan hilang.
  • Rapat yang sudah lewat tetap bisa diproses. Rekaman rapat bulan lalu bisa jadi notulen hari ini. Arsitektur lama tidak bisa menawarkan itu sama sekali, karena kesempatannya sudah lewat bersama rapatnya.
  • Satu pihak lebih sedikit di dalam ruangan. Tidak ada peserta tak dikenal yang muncul di daftar hadir rapat internal Anda. Untuk rapat yang membahas data pribadi atau angka yang belum publik, ini bukan detail kosmetik. Kewajiban pengendali data diatur di UU 27/2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.
  • Kegagalannya bisa dilihat dan dihitung. Setiap pekerjaan punya status dan alasan gagal yang tercatat, dan pekerjaan yang tidak akan pernah berhasil ditandai sebagai tidak tersedia, bukan dibiarkan menggantung selamanya dengan tulisan sedang diproses.

Ada juga hal yang tidak berubah dan perlu dikatakan jujur. Rekaman dengan audio buruk, ruangan bergema, atau banyak suara tumpang tindih tetap menghasilkan transkrip yang lebih lemah. Mengganti arsitektur memperbaiki keandalan, bukan hukum fisika. Itu sebabnya kami menulis cara menguji akurasi AI transkrip Bahasa Indonesia terpisah, supaya Anda bisa mengukurnya sendiri alih-alih mempercayai klaim kami.

Soal 35 catatan yang tersangkut

Kredit sudah terpotong untuk catatan yang tidak pernah selesai. Tidak ada cara membaca itu selain sebagai kesalahan kami. Tiga hal yang kami lakukan:

  1. Untuk percobaan yang gagal dengan jelas, kredit dikembalikan otomatis begitu kegagalannya terdeteksi. Sepanjang Maret sampai Agustus 2026 tercatat 181 pengembalian, total 948 kredit, kepada 70 pengguna. Barisnya bisa Anda periksa sendiri di riwayat penggunaan, bertanda "Refund Notulen AI".
  2. Yang luput dari mekanisme itu adalah catatan yang tersangkut tanpa pernah dinyatakan gagal. Ada 18 catatan seperti itu dengan total 52 kredit yang belum kembali. Kami kembalikan tanpa Anda perlu meminta, karena baris-barisnya bisa ditelusuri dari catatan sistem dan itu urusan kami, bukan urusan Anda.
  3. Aturan penagihannya kami balik. Kredit sekarang dipotong satu kali di akhir, hanya kalau catatannya benar-benar selesai. Notulen yang gagal tidak menagih apa pun, sehingga tidak ada lagi pengembalian yang perlu diurus siapa pun.

Poin kedua tidak enak dibaca dan tidak enak ditulis. Kami tetap menuliskannya karena satu-satunya alternatif adalah berpura-pura tidak ada yang terjadi.

Pelajaran yang kami ambil

  1. Pilih arsitektur yang bergantung pada artefak, bukan pada momen. Rekaman adalah benda yang bisa dipegang, dipindahkan, dan diproses ulang besok. Kehadiran di menit ke-nol adalah peristiwa yang hanya terjadi sekali. Kalau ada dua rancangan yang sama-sama masuk akal, pilih yang kegagalannya menyisakan sesuatu.
  2. Jangan menagih di awal untuk pekerjaan yang belum selesai. Memotong kredit di depan menyederhanakan kode dan memindahkan seluruh risiko ke pengguna. Menagih di akhir lebih sulit ditulis dan jauh lebih mudah dipertanggungjawabkan.
  3. Tingkat keberhasilan adalah metrik produk, bukan metrik teknis. Kalau yang diukur hanya apakah permintaan terkirim, angka 20 persen bisa hidup berbulan-bulan tanpa terlihat. Yang harus diukur adalah berapa banyak pengguna yang akhirnya memegang hasilnya.
  4. Status yang menggantung lebih buruk daripada kegagalan yang jujur. Pesan gagal membuat orang mencoba cara lain. Tulisan sedang diproses yang tidak pernah berubah membuat orang menunggu, lalu kehilangan kepercayaan dua kali: pada fiturnya, dan pada kejujuran kami.
  5. Ini bukan cerita tentang vendor yang buruk. Kami tidak akan menyebut namanya, karena masalahnya bukan di sana. Ini cerita tentang kami memilih rancangan yang mengubah kegagalan wajar milik pihak lain menjadi kegagalan total milik pengguna kami.
  6. Membuang lebih murah daripada menambal. Kami menambal selama beberapa bulan sebelum akhirnya mengganti pondasinya. Kalau ada satu hal yang ingin kami lakukan lebih cepat, itu adalah berhenti lebih awal.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah masih ada peserta otomatis yang masuk ke rapat saya?

Tidak ada. Sejak 15 Agustus 2026, tidak ada pihak apa pun dari Se-Hari yang bergabung ke dalam rapat Anda. Notulen dibuat dari rekaman setelah rapat selesai.

Rapat saya bukan di Zoom. Apakah masih bisa dibuatkan notulen?

Bisa, selama Anda punya berkas rekamannya. Unggah berkas itu dan prosesnya sama. Yang otomatis hanya rekaman dari rapat Zoom yang disewa lewat Se-Hari.

Berapa lama pemrosesan rekaman?

Bergantung pada durasi dan kualitas audio, jadi kami tidak akan menjanjikan angka menit yang belum tentu kami tepati. Yang bisa kami janjikan berbeda sifatnya: pekerjaan yang gagal tidak hilang, ia dijadwalkan ulang, dan Anda tidak ditagih untuk sesuatu yang tidak selesai.

Kenapa tidak diperbaiki saja, kenapa harus dibuang?

Karena kegagalannya ada di titik yang tidak kami kendalikan, yaitu momen masuk ke rapat, dan tidak menyisakan berkas apa pun untuk diperbaiki. Menambal hanya menaikkan angka 20 persen sedikit demi sedikit. Mengganti sumber bahannya menghapus seluruh kelas kegagalan itu.

Berapa biayanya sekarang?

Tarifnya 20 menit rekaman setara 1 kredit, dan 1 kredit berharga Rp 1.000. Rekaman satu jam berarti 3 kredit atau sekitar Rp 3.000. Top-up minimum 30 kredit senilai Rp 30.000, dan kredit berlaku 90 hari sejak pembelian.

Kalau rekaman saya sudah terhapus, apakah masih bisa diproses?

Rekaman tersimpan 30 hari dan bisa diunduh kapan saja dalam periode itu. Setelah lewat, tidak ada salinan yang bisa dikembalikan. Kalau Anda punya salinan sendiri, berkas itu tetap bisa diunggah.

Kalau Anda ingin melihat alur penggantinya

Tidak ada yang perlu Anda pasang, undang, atau tunggu. Langkah paling ringan adalah membaca cara membuat notulen otomatis dari rekaman Zoom, lalu mencobanya pada satu rekaman lama yang sudah Anda miliki. Penjelasan fiturnya ada di halaman Notulen AI. Untuk sisi Zoom-nya sendiri, dokumentasi rekaman cloud tersedia di pusat bantuan Zoom.

Terakhir diperiksa: 20 Agustus 2026.

Butuh meeting online? Sewa Zoom mulai Rp 4.000/jam untuk 100 peserta. Tanpa langganan.
Coba Gratis
Share: 𝕏 💬 📘